Arsip untuk April, 2008

Selamatkan Air, Demi Kehidupan

Air merupakan warisan sangat berharga bagi kita dan anak cucu kita yang harus kita jaga kelestariannya sepanjang masa. Terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, penurunan permukaan air tanah yang terjadi di beberapa tempat. Hal ini disebabkan adanya penurunan kemampuan tanah untuk meresap air sebagai akibat dari perubahan lingkungan yang merupakan dampak dari proses pembangunan. Istilah hutan beton yaitu pembangunan fasilitas gedung bertingkat telah bermunculan dimana – mana dikota – kota setingkat Kabupaten di seluruh indonesia, semenisasi / Paving blok dan pengaspalan jalan dilakukan juga dimana – mana bahkan sudah pada tingkat pedesaan, . Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan tanah meresapkan air hujan adalah dengan menerapkan konsep sumur resapan disekitar kita hal ini juga sebagai salah satu upaya untuk menjaga konservasi air tanah. Konsep ini sebenarnya sudah diterapkan olek nenek moyang kita sejak jaman dahulu kala, yaitu dengan dibuatnya lubang – lubang tanah di halaman – halaman pemukiman yang berfungsi sebagai tempat sampah organik, biasanya untuk membuang sampah dedaunan selelah mereka menyapu halaman, pada musim penghujan lubang – lubang sampah ini akan menyerap air hujan dan sampah organik di dalamnya akan membantu menyimpan air untuk beberapa saat, sehingga tanaman disekitar juga bisa menyerap air dengan kandungan unsur hara yang cukup tinggi.

Dengan bergulirnya perkembangan jaman halaman luas dengan lubang sampah di sudut halaman telah mulai ditinggalkan, halaman – halaman perumahan yang semakin padat hampir semua diperindah dengan semenisasi / paving blok, jalan – jalan gang dilengkapi dengan fasilitas aspal, dari segi estetika memang akan kelihatan rapi dan bersih, kadang tanpa kita sadari perkembangan – perkemabangan pembangunan ini berakibat pada perubahan fungsi lingkungan, dalam hal ini adalah penurunan kemampuan tanah untuk meresapkan air akibat adanya perubahan tata guna tanah tersebut. Penurunan daya resap tanah terhadap air dapat juga terjadi karena hilangnya vegetasi penutup permukaan tanah.

Akan tetapi pembangunan bisa saja terus berjalan dengan baik yaitu dengan terus menerapkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan dari semua pihak. Pada kondisi diatas sumur resapan adalah salah satu upaya strategi atau cara agar pembangunan terus berjalan dan tetap mempertahankan (konservasi) air tanah juga sebagai pengendali banjir. Sumur resapan ini merupakan upaya memperbesar resapan air hujan ke dalam tanah dan memperkecil aliran permukaan sebagai penyebab banjir. Akan tetapi dalam hal ini partisipasi dan kesadaran semua warga masyarakat sangat penting agar upaya ini dapat berfungsi dengan baik, peran sumur resapan akan tidak berarti bila hanya beberapa penduduk saja yang menerapkan. Pada fasilitas pembangunan yang lengkap dengan semenisasi / paving blok dan pengaspalan seperti pembangunan gedung pusat perbelanjaan, perumahan, perkantoran, jalan utama / jalan gang dan pembangunan – pembangunan lainnya bisa dilengkapi dengan sumur resapan pada beberapa tempat disekitarnya. Sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah

Kita dapat sejenak membayangkan apabila dalam suatu kawasan yang mempunyai sejuta bangunan dan pada setiap penduduknya dapat / mampu menyerapkan air satu kubik. Dengan demikian sejuta kubik air akan masuk ke dalam tanah dan kawasan ini akan mampu mengurangi masalah kekeringan di musim kemarau dan terhindar banjir di musim hujan.desain sumur resapan

Komentar bertahan »

Selamatkan Hutan Indonesia Sekarang.!!

Hutan Indonesia mengalami krisis yang sangat parah. Buku rekor dunia edisi tahun 2008 memasukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penghancuran hutan tercepat diantara negara-negara yang memiliki 90% dari sisa hutan di dunia. Dalam Setiap jamnya hutan Indonesia telah hancur dalam luasan 300 kali luas lapangan sepak bola.
Akibat besarnya laju kerusakan hutan tersebut, Indonesia telah kehilangan ¾ bagian dari luas kawasan hutan alamnya (sekitar 72%) dan dari jumlah tersebut 40%-nya telah hilang.

Penyebab terjadinya kerusakan hutan yang “Maha Dahsyat” ini adalah : Kegiatan penebangan hutan skala besar oleh perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk industri kertas, Kebakaran hutan, praktek-praktek penebangan ilegal, serta perluasan perkebunan kelapa sawit.

Pengundulan hutan telah menyumbang 1/5 dari jumlah keseluruhan emisi gas rumah kaca yang mendorong terjadinya perubahan iklim dunia, yang akan menyebabkan kekeringan berkepanjangan, banjir yang meluas serta tenggelamnya pulau-pulau akibat kenaikan permukaan air laut.

Saat ini Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di Dunia dalam emisi gas karbonioksida setelah Amerika Serikat dan Cina, Akibat penggundulan hutan, pengeringan ekosistem gambut dan kebakaran hutan.

Hutan gambut yang merupakan cadangan penyimpan karbon yang sangat besar. Sayangnya saat ini hutan gambut mengalamai ancaman yang sangat serius karena perluasan perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran untuk memenuhi permintaan dunia yang besar akan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit digunakan sebagai salah satu bahan penting dalam industri makanan, kosmetika dan bahan bakar nabati.

Komentar bertahan »

Dove, Penyumbang Kerusakan Hutan Indonesia


Unilever, sebagai produsen dari produk-produk Dove Beauty, mendapatkan minyak kelapa sawit dari suplier yang merusak hutan hujan Indonesia. Mereka menyebabkan kerusakan hutan, kerusakan ekosistem hewan ( khususnya Gajah dan Orang Utan ) dan tanaman serta perubahan iklim. Greenpeace.

Komentar bertahan »